Jumat, 10 Oktober 2014

Cerpen: "Rahasia Hati Dina"



Nih sekedar khayalan tiba-tiba yang dibuat sewaktu gak ada kerjaan semasa kuliah, karangan fiksi pertama sekali yang saya buat, yang gak ada sangkut pautnya sama hidup penulis sendiri atau pun orang lain. Mulanya sih cerita ini dibuat untuk di kirim ke tabloid remaja tapi..... karena saya tidak ada keberanian untuk tulisan saya di baca semua orang jadi cerpen ini di simpan cantik aja dalam laptop, dan sekarang punya keberanian, agar saya tahu dimana letak kekurangan tulisan saya ini, selamat membaca !!

“ku tahu ini mungkin ini hanya perasaan semu dan tak mungkin bertahan lama.Tapi jika seperti ini terus keadaannya,mungkin juga aku tak kan bias tahan,terlebih lagi kami harus bertemu setiap hari.Aku harus bias membunuh perasaan ini.”

      Inilah yang selalu menjadi pikiranku setiap aku duduk menyendiri baik dirumah atau pun dikampus.Ya memang dulu ketika kuliah pertama ku tak pernah melihatnya apalagiuntuk memikirkannya tapi……semua itu berubah sejak mimpiku malam itu,malam dimana aku memimpikannya,memimpikan orang yang tak pernah sedikit pun aku pikirkan.

      Sebelumnya aku hanya menganggap dia sebagai teman biasa bahkan aku sempat membencinya hanya karena masalah sepele tapi sekarang semuanya telh berubah .”Riko” yah itu adalah namanya.Wajahnya dapat dikatakan tampan dan disukai teman-teman seangkatanku dan juga senior ku

“Din….lagi-lagi kau melamun sambil tersenyum,ayooooo katakan apa yang sebenarnya yang terjadi ?”

“Ehhh tha…….ngagetin aja,gak mikiririn apa-apa kok”

“yang bener ??” sambil tersenyum  centil mitha melihat kearahku

“ehh tuu pak yus udah masuk,ayo kita masuk sebelum doi marah”

Untung saja mitha tidak menyadari kalau aku berusaha untuk menghindar dari pertanyaannya yang ingin tahu itu.

      Setiap pagi sebelum memulai pelajaran aku selalu melihat kearah yang sama, kursi urutan nomor duapaling ujung. Aku sudah berusaha untuk menghilangkan kebiasaan itu tapi usaha yang aku lakukan selalu gagal,aku tak bias mengalihkan pandanganku ketempat lain karena setiap melihat kerahnya aku selalu merasaada ketenangan sendiri dari dalam diriku dan untungnya tiada satu pun temanku yang sadar tentang kebiasaan ku itu.
      Uppzz lagi dan lagi dia menyadari aku melihat kearahnya dengan waktu yang sangat lama,segera kualihkan pandanganku kedosen yang mengajar sambil sekali-kali melirikkearahnya. Kadang terlintas pikiran konyol didalam kepalaku kalau sewaktu-waktu Riko akan menelfon atau sms untuk menanyakan sesuatu,namun aku juga sadar hal itu tidak mungkin terjadi. Cowok setampan Riko tidak akan mungkin menanyakan Sesustu denganku,mungkin aku hanya cewek biasa yang tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan temanku yang lain.
       Aku hanya bisa memendam perasaan ini tanpa ada seorang pun yang tau begitu juga dengan sahabat terdekatku yang sekarang kuliah di tempat lain.Terkadang aku hanya mengeluh tentang kejelekan-kejelekan Riko dan mengatakan bahwa aku sangat membencinya. Aku tahu mungkin aku terlalu munafik untuk urusan ini tapi aku memang tak ingin ada seorang pun yang tau karena ku tak mau kabar iniharus sampai ketelinga Riko dan teman sekelas karena aku hanya akan mendapatkan malu dan ejekan mencemooh aku yang tak tau diri.
      Suatu hari ketika kami akan melaksanakan ujian tengah semester, tiba-tiba saja aku harus telat dan sangat terpaksa karus ketinggalan angkutan khusus mahasiswa kampus dan suatu kebetulan Riko juga ikut telat. Kami duduk dipemberhentian angkutan bersama, walau kami tau tak ada lagi angkutan yang akan datang.

“ya sudah lah kalau gitu,aku pulang aja” aku memecah kesunyian yang terjadi sejak tadi

“jadi mau pulang din? lalu UTS nya gimana ?”tanya Riko

“nanti aku nyusul aja….abis mau gimana lagi ?”

“ya udah naik motor aja sama q gmna “

       Saat itu aku hanya bias terkejut dan tak tau harus berkata apalagi. Sifatku memang seperti ini tak bias bicara jika  cowok yang aku suka.(apa maksudnya coba).Sepanjang perjalanan kami hanya bisa terdiam karna aku juga tidak tau harus bicara tentang apa.Yang aku ingat saat itu Riko hanya sempat bertanya dimana aku tinggal setelah itu hanya ada acara diam-diaman.

   Semenjak Riko menumpangiku waktu itu.Kami tak lagi bersifat tak acuh seperti biasanya.Terkadang Riko sms sekedar untuk menanyakan tugas atau sesuatu hal yang berhubungan dengan kuliah.Tepat seperti yang pernah kubayangkan dulu yang sepertinya terlihat konyol.

      Sampai suatu hari Riko berkenalan dengan teman sekampus hanya saja berbeda fakultas.Dan sepertinya sejak perkenalan itu Riko mulai menyukai gadis yang bernama Reni itu. Dan Riko juga selalu menceritakan kisah-kisah yang dialaminya itu denganku,aku hanya bias menjadi pendengar setia dan sesekali memberinya saran agar Reni tertarik kepada Riko.Sakit rasanya hati ini,ternyata cintaku hanya bertepuk sebelah tangan.Perih yang kurasa namun ku hanya bisa tersenyum diatas itu semua.

       Sebulan setelah perkenalan itu,aku mendengar kabar kalau Riko pacaran dengan Reni. Dan sejak kabar itu Riko tidak pernah lag isms atau berkomunikasi denganku.Dan sekarang aku sadar bahwa aku tak berarti apa-apa untuk Riko .Semenjak itu aku lebih banyak diam dan sesekali ngumpul bersama teman sekampus yang sama sekali tidak tahu tentang rahasia hatiku ini.

       Waktu terasa semakin cepat berlalu,aku masih tetap saja ingin membunuh rasa ini walau ku tahu semua itu tidak mungkin berhasil jika aku masih selalu bertemu dengannya.

    “Din aku boleh curhat gak ?”

Ketika aku membaca sederet kata-kata itu di handpone dan melihat nama pengirimnya,betapa terkejutnya aku.Karena orang yang tak pernah kuduga saat in isms ku lagi.hany itu yang ada dalam pikiranku.

Segera ku ketik cepat sebagai balasan.

     “mau cuhat apa ? curhat aja”

Lama ku menanti balasan.

“Mungkin dia banyak ngtik smsnya” hatiku berusaha meuakinkansemuanya.Dan ketika sms masuk,dengan cepat q membacanya.

“Gak jadi Din,aku udah tenang sekarang”

Kecewa. Lagi dan lagi  ku kecewa terhadap Riko.Mengapa Riko selalu membuatku kecewa ?. Mungkinkah selma ini aku yang bodoh ?

      Kubiarkan semua pertanyaan dihati tanpa ada jawaban yang pasti.Ku semakin larut dengan suasana hati yang terus kecewa karena orang yang kusukai bahkan bisa dikatakan aku menyayanginya.

“Hayoo ketahuankan kamu melamun lagi, tapi tumben nih gak pakai senyum segala” Mitha berusaha meledekku.

“Apaan sih ta,memangnya gak boleh ya ?”

“nggak gitu sih,eh udah dengar berita terbaru ?”

“Si Riko tuh semalam diputusin Reni”

“Hahh serius ta ? pantesan aja. . .”aku terkejut tapi memakluminya.

“pantes kenapa Din ?” Mita bingung melihat reaksiku.

“emmm..nggak kenapa2 kog,ya udah deh lupakan aja,kekelas aja yuk ntar dosen keburu masuk lagi”
      Ku melihat ada tatapan kesedihan di mata Rikoyang kini tak lagi duduk ditempat biasanya,sekarang dia berpindah tempat duduk di bangku paling belakang.Seakan-akan ku juga merasakan kesedihan Riko pada saat itu dan ku hanya duduk terdiam tak semangat mendengar semua kuliah dari dosen.

       Semakin lama semakin ku pendam rasa yang seolah akan meluap jika dibiarkan begitu saja.Sekarang hari-hari Riko telah kemnbali seperti biasa dan kami masih tetap diam.Aku selalu memperhatikan Riko dari jauh,semua kegiatanya selalu ku pantau.Namun tetap menjaga sikapku agar tak seorangpun menyadari apa yang aku lakukan selama ini.

      Ada perubahan yang terjadi dengan Riko sekarang,sikapnya ketika bertemu denganku sekarang berbeda.Riko semakin diam seperti enggan berbicara dengankuApa mungkin dia tau apa yang aku rasa ?Mmengapa dia jadi seperti itu ? atau mungkin........

Hatiku terus saja bertanya-tanya tanpa pernah mendapat jawaban.
       Satu hari saat aku lagi-lagi berniat melupakan Riko dengan berusaha mencari kesibukan dengan menyelasaikan tugas-tugasku. Tiba-tiba ketika ku sedang menulis, ku melihat kebelakang ternyata Riko juga sedang melihat, tunngu dulu sepertinya ia sedang memperhatikanku, segera ku memalingkan wajah karena aku gak mau perasaan cinta ini terus muncul di dalam hati. “Mungkinkah ku GR ? mungkin sajakan Riko melihat kearah lain ? tapi tidak, aku yakin sekali tadi dia melihat ke arah ku.
       Sedikit demi sedikit aku mulai merasakan bosan dengan sikapku yang seperti ini, sikapnya juga hari-hari yang ku lalui dikampus. Aku lelah dengan semuanya letih menunggu sesuatu yang tak pasti, yang bisa membuatku gila. Beginikah rasanya bila cinta tak terbalaskan ? dan akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dari perkuliahan dan mencari kerja saja. Akhirnya aku mendapatkan surat cuti dari pihak kampus agar sewaktu-waktu aku dapat melanjutkan study ku lagi.

***
        Sekarang aku bekerja di salah satu agen penjualan tiket pesawat terbang, suatu haridi saat aku sedang bekerja, tiba-tiba saja. . .

“Din sekarang kamu kerja disini yah ?”

Aku mengenal suara itu, suara yang sudah tidak asing lagiditelinga ini. Lalu aku menatap kewajah itu, wajah yang mengisi mimpi-mimpiku yang selalu membuatku kecewa, wajah itu....

“Riko.”aku tertegun.

“Hai Din,,, ternyata kau masih mengenalku.” Seraya tersenyum.

Sambil tersenyum “aku tidak mungkin melupakan teman-temanku.”

Kami berdua pun tertawa, rindu itu pun menghilang.

“mau pesan tiket kemana ko?” aku berusaha untuk proffesional terhada pekerjaanku.

“aku kesini bukan membeli tiket , aku kesini hanya untuk melihat kamu din, aku rindu sekali dengan kamu, mengapa memutuskan untuk berhenti kuliah din ?”

“hahaa... lagi dan lagi kau bercanda.”

Aku berusaha untuk menutupi rasa gugupku. Kamu ?

Mengapa Riko memakai kata itu ?ada apa ini ? hatiku terus saja mencari tahu apa yang sedang terjadi sekarang.

“Din aku serius. Mengapa kamu berhenti kuliah ? Apa karena aku ? rasanya rindu ini tercurahkan sekarang”

“Riko  gak lagi sakit kan ?” aku tetap saja tidak mengerti apa maksud dari riko ini.

“ sudahlah Din kamu gak perlu menutupi rahasia hati kita lagi.”

“rahasia hati kita ?” aku bingung. Dan hatiku terus saja bertanya-tanya apa maksud dari perkataan Riko tersebut.Apa benar Riko mengetahui rahasia besar dalam hatiku ?

“Ia aku tahu selama kuliah disana, kamu selalu perhatian sama aku kan. Hanya saja aku yang selalu mengecewakanmu, padahal aku tahu semuanya.”

“tahu apa ?”

“ jangan kamu tutupi lagi Din, aku sudah tau semua, hanya saja selama ini aku diam. Aku kira kamu akan mengatakan semuanya ke aku, tapi yang aku dapat hanyalah menghilangnya kamu dari kampus.Terus aku cari tau keberadaan kamu melalui pihak kampus dan juga teman-teman yang lain.” Jelas Riko panjang kali lebar.

“Riko, , ,” aku pun tak tau harus berkata apalagi.

“maafkan aku ya Din ! aku memang bodoh mana mungkin seorang cewek seperti kamu berani nyatakan perasaannya terlebih dulu.Aku benar-benar bodoh Din.” Sesal Riko.

“Haah,,,,,” aku bingung apa yang harus aku katakan lagi. Tak mampu lagi aku mengeluarkan kata-kata, lidahku kelu, hanya bisa terdiam.

“Din, kamu jadi pacar aku ya ?!” serang Riko membuat aku terkejut.

***

Sejak saat itu aku memulai kisah baru yang indah dan menyenangkan bersama Riko. Dan akhirnya aku melanjutkan lagi perkuliahanku.

Dan akhirnya rasa ini dapat diterima olehnya yang dulu selalu mengisi hariku dengan kekecewaan dengan waktu yang sangat lama. Cinta yang membutuhkan kesabaran serta saling memahami.”

Ok, selesai bacanya? Harap kalian yang baca memberikan komentar yang dapat memotivasi saya untuk lebih baik lagi dalam menulis. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar