Nih sekedar khayalan tiba-tiba yang dibuat sewaktu gak ada kerjaan semasa kuliah, karangan fiksi pertama sekali yang saya buat, yang gak ada sangkut pautnya sama hidup penulis sendiri atau pun orang lain. Mulanya sih cerita ini dibuat untuk di kirim ke tabloid remaja tapi..... karena saya tidak ada keberanian untuk tulisan saya di baca semua orang jadi cerpen ini di simpan cantik aja dalam laptop, dan sekarang punya keberanian, agar saya tahu dimana letak kekurangan tulisan saya ini, selamat membaca !!
“ku tahu ini mungkin ini hanya perasaan semu dan tak mungkin bertahan
lama.Tapi jika seperti ini terus keadaannya,mungkin juga aku tak kan bias tahan,terlebih
lagi kami harus bertemu setiap hari.Aku harus bias membunuh perasaan ini.”
Inilah yang selalu menjadi pikiranku setiap aku duduk menyendiri baik dirumah atau pun dikampus.Ya memang dulu ketika kuliah pertama ku tak pernah melihatnya apalagiuntuk memikirkannya tapi……semua itu berubah sejak mimpiku malam itu,malam dimana aku memimpikannya,memimpikan orang yang tak pernah sedikit pun aku pikirkan.
Sebelumnya aku hanya menganggap dia sebagai teman biasa bahkan aku sempat membencinya hanya karena masalah sepele tapi sekarang semuanya telh berubah .”Riko” yah itu adalah namanya.Wajahnya dapat dikatakan tampan dan disukai teman-teman seangkatanku dan juga senior ku
“Din….lagi-lagi kau melamun sambil tersenyum,ayooooo katakan apa
yang sebenarnya yang terjadi ?”
“Ehhh tha…….ngagetin aja,gak mikiririn apa-apa kok”
“yang bener ??” sambil tersenyum
centil mitha melihat kearahku
“ehh tuu pak yus udah masuk,ayo kita masuk sebelum doi marah”
Untung saja mitha tidak menyadari kalau aku berusaha untuk
menghindar dari pertanyaannya yang ingin tahu itu.
Setiap pagi sebelum memulai pelajaran aku selalu melihat kearah yang sama, kursi urutan nomor duapaling ujung. Aku sudah berusaha untuk menghilangkan kebiasaan itu tapi usaha yang aku lakukan selalu gagal,aku tak bias mengalihkan pandanganku ketempat lain karena setiap melihat kerahnya aku selalu merasaada ketenangan sendiri dari dalam diriku dan untungnya tiada satu pun temanku yang sadar tentang kebiasaan ku itu.
Uppzz lagi dan lagi dia menyadari aku melihat kearahnya dengan waktu yang sangat lama,segera kualihkan pandanganku kedosen yang mengajar sambil sekali-kali melirikkearahnya. Kadang terlintas pikiran konyol didalam kepalaku kalau sewaktu-waktu Riko akan menelfon atau sms untuk menanyakan sesuatu,namun aku juga sadar hal itu tidak mungkin terjadi. Cowok setampan Riko tidak akan mungkin menanyakan Sesustu denganku,mungkin aku hanya cewek biasa yang tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan temanku yang lain.
Aku hanya bisa memendam perasaan ini tanpa ada seorang pun yang tau begitu juga dengan sahabat terdekatku yang sekarang kuliah di tempat lain.Terkadang aku hanya mengeluh tentang kejelekan-kejelekan Riko dan mengatakan bahwa aku sangat membencinya. Aku tahu mungkin aku terlalu munafik untuk urusan ini tapi aku memang tak ingin ada seorang pun yang tau karena ku tak mau kabar iniharus sampai ketelinga Riko dan teman sekelas karena aku hanya akan mendapatkan malu dan ejekan mencemooh aku yang tak tau diri.
Suatu hari ketika kami akan melaksanakan ujian tengah semester, tiba-tiba saja aku harus telat dan sangat terpaksa karus ketinggalan angkutan khusus mahasiswa kampus dan suatu kebetulan Riko juga ikut telat. Kami duduk dipemberhentian angkutan bersama, walau kami tau tak ada lagi angkutan yang akan datang.
“ya sudah lah kalau gitu,aku pulang aja” aku memecah kesunyian yang
terjadi sejak tadi
“jadi mau pulang din? lalu UTS nya gimana ?”tanya Riko
“nanti aku nyusul aja….abis mau gimana lagi ?”
“ya udah naik motor aja sama q gmna “
Saat itu aku hanya
bias terkejut dan tak tau harus berkata apalagi. Sifatku memang seperti ini tak
bias bicara jika cowok yang aku
suka.(apa maksudnya coba).Sepanjang perjalanan kami hanya bisa terdiam karna
aku juga tidak tau harus bicara tentang apa.Yang aku ingat saat itu Riko hanya
sempat bertanya dimana aku tinggal setelah itu hanya ada acara diam-diaman.
Semenjak Riko
menumpangiku waktu itu.Kami tak lagi bersifat tak acuh seperti
biasanya.Terkadang Riko sms sekedar untuk menanyakan tugas atau sesuatu hal
yang berhubungan dengan kuliah.Tepat seperti yang pernah kubayangkan dulu yang
sepertinya terlihat konyol.
Sampai suatu hari
Riko berkenalan dengan teman sekampus hanya saja berbeda fakultas.Dan
sepertinya sejak perkenalan itu Riko mulai menyukai gadis yang bernama Reni
itu. Dan Riko juga selalu menceritakan kisah-kisah yang dialaminya itu
denganku,aku hanya bias menjadi pendengar setia dan sesekali memberinya saran
agar Reni tertarik kepada Riko.Sakit rasanya hati ini,ternyata cintaku hanya
bertepuk sebelah tangan.Perih yang kurasa namun ku hanya bisa tersenyum diatas
itu semua.
Sebulan setelah
perkenalan itu,aku mendengar kabar kalau Riko pacaran dengan Reni. Dan sejak
kabar itu Riko tidak pernah lag isms atau berkomunikasi denganku.Dan sekarang
aku sadar bahwa aku tak berarti apa-apa untuk Riko .Semenjak itu aku lebih
banyak diam dan sesekali ngumpul bersama teman sekampus yang sama sekali tidak
tahu tentang rahasia hatiku ini.
Waktu terasa
semakin cepat berlalu,aku masih tetap saja ingin membunuh rasa ini walau ku
tahu semua itu tidak mungkin berhasil jika aku masih selalu bertemu dengannya.
“Din aku boleh curhat gak
?”
Ketika aku membaca sederet kata-kata itu di handpone dan melihat
nama pengirimnya,betapa terkejutnya aku.Karena orang yang tak pernah kuduga
saat in isms ku lagi.hany itu yang ada dalam pikiranku.
Segera ku ketik cepat sebagai balasan.
“mau cuhat apa ? curhat
aja”
Lama ku menanti balasan.
“Mungkin dia banyak ngtik smsnya” hatiku berusaha
meuakinkansemuanya.Dan ketika sms masuk,dengan cepat q membacanya.
“Gak jadi Din,aku udah tenang sekarang”
Kecewa. Lagi dan lagi ku kecewa terhadap Riko.Mengapa Riko selalu
membuatku kecewa ?. Mungkinkah selma ini aku yang bodoh ?
Kubiarkan
semua pertanyaan dihati tanpa ada jawaban yang pasti.Ku semakin larut dengan
suasana hati yang terus kecewa karena orang yang kusukai bahkan bisa dikatakan
aku menyayanginya.
“Hayoo ketahuankan kamu melamun lagi, tapi tumben
nih gak pakai senyum segala” Mitha berusaha meledekku.
“Apaan sih ta,memangnya gak boleh ya ?”
“nggak gitu sih,eh udah dengar berita terbaru ?”
“Si Riko tuh semalam diputusin Reni”
“Hahh serius ta ? pantesan aja. . .”aku terkejut
tapi memakluminya.
“pantes kenapa Din ?” Mita bingung melihat
reaksiku.
“emmm..nggak kenapa2 kog,ya udah deh lupakan
aja,kekelas aja yuk ntar dosen keburu masuk lagi”
Ku
melihat ada tatapan kesedihan di mata Rikoyang kini tak lagi duduk ditempat
biasanya,sekarang dia berpindah tempat duduk di bangku paling
belakang.Seakan-akan ku juga merasakan kesedihan Riko pada saat itu dan ku
hanya duduk terdiam tak semangat mendengar semua kuliah dari dosen.
Semakin
lama semakin ku pendam rasa yang seolah akan meluap jika dibiarkan begitu
saja.Sekarang hari-hari Riko telah kemnbali seperti biasa dan kami masih tetap
diam.Aku selalu memperhatikan Riko dari jauh,semua kegiatanya selalu ku
pantau.Namun tetap menjaga sikapku agar tak seorangpun menyadari apa yang aku
lakukan selama ini.
Ada
perubahan yang terjadi dengan Riko sekarang,sikapnya ketika bertemu denganku
sekarang berbeda.Riko semakin diam seperti enggan berbicara dengankuApa mungkin
dia tau apa yang aku rasa ?Mmengapa dia jadi seperti itu ? atau mungkin........
Hatiku terus saja bertanya-tanya tanpa pernah
mendapat jawaban.
Satu hari saat aku lagi-lagi berniat melupakan Riko dengan berusaha mencari kesibukan dengan menyelasaikan tugas-tugasku. Tiba-tiba ketika ku sedang menulis, ku melihat kebelakang ternyata Riko juga sedang melihat, tunngu dulu sepertinya ia sedang memperhatikanku, segera ku memalingkan wajah karena aku gak mau perasaan cinta ini terus muncul di dalam hati. “Mungkinkah ku GR ? mungkin sajakan Riko melihat kearah lain ? tapi tidak, aku yakin sekali tadi dia melihat ke arah ku.
Sedikit demi sedikit aku mulai
merasakan bosan dengan sikapku yang seperti ini, sikapnya juga hari-hari yang
ku lalui dikampus. Aku lelah dengan semuanya letih menunggu sesuatu yang tak
pasti, yang bisa membuatku gila. Beginikah rasanya bila cinta tak terbalaskan ?
dan akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dari perkuliahan dan mencari kerja
saja. Akhirnya aku mendapatkan surat cuti dari pihak kampus agar sewaktu-waktu
aku dapat melanjutkan study ku lagi.Satu hari saat aku lagi-lagi berniat melupakan Riko dengan berusaha mencari kesibukan dengan menyelasaikan tugas-tugasku. Tiba-tiba ketika ku sedang menulis, ku melihat kebelakang ternyata Riko juga sedang melihat, tunngu dulu sepertinya ia sedang memperhatikanku, segera ku memalingkan wajah karena aku gak mau perasaan cinta ini terus muncul di dalam hati. “Mungkinkah ku GR ? mungkin sajakan Riko melihat kearah lain ? tapi tidak, aku yakin sekali tadi dia melihat ke arah ku.
***
Sekarang aku bekerja di salah satu
agen penjualan tiket pesawat terbang, suatu haridi saat aku sedang bekerja,
tiba-tiba saja. . .
“Din sekarang kamu kerja disini yah ?”
Aku mengenal suara itu, suara yang sudah tidak
asing lagiditelinga ini. Lalu aku menatap kewajah itu, wajah yang mengisi
mimpi-mimpiku yang selalu membuatku kecewa, wajah itu....
“Riko.”aku tertegun.
“Hai Din,,, ternyata kau masih mengenalku.” Seraya
tersenyum.
Sambil tersenyum “aku tidak mungkin melupakan
teman-temanku.”
Kami berdua pun tertawa, rindu itu pun menghilang.
“mau pesan tiket kemana ko?” aku berusaha untuk
proffesional terhada pekerjaanku.
“aku kesini bukan membeli tiket , aku kesini hanya
untuk melihat kamu din, aku rindu sekali dengan kamu, mengapa memutuskan untuk
berhenti kuliah din ?”
“hahaa... lagi dan lagi kau bercanda.”
Aku berusaha untuk menutupi rasa gugupku. Kamu ?
Mengapa Riko memakai kata itu ?ada apa ini ?
hatiku terus saja mencari tahu apa yang sedang terjadi sekarang.
“Din aku serius. Mengapa kamu berhenti kuliah ?
Apa karena aku ? rasanya rindu ini tercurahkan sekarang”
“Riko gak
lagi sakit kan ?” aku tetap saja tidak mengerti apa maksud dari riko ini.
“ sudahlah Din kamu gak perlu menutupi rahasia
hati kita lagi.”
“rahasia hati kita ?” aku bingung. Dan hatiku
terus saja bertanya-tanya apa maksud dari perkataan Riko tersebut.Apa benar
Riko mengetahui rahasia besar dalam hatiku ?
“Ia aku tahu selama kuliah disana, kamu selalu
perhatian sama aku kan. Hanya saja aku yang selalu mengecewakanmu, padahal aku
tahu semuanya.”
“tahu apa ?”
“ jangan kamu tutupi lagi Din, aku sudah tau
semua, hanya saja selama ini aku diam. Aku kira kamu akan mengatakan semuanya
ke aku, tapi yang aku dapat hanyalah menghilangnya kamu dari kampus.Terus aku
cari tau keberadaan kamu melalui pihak kampus dan juga teman-teman yang lain.”
Jelas Riko panjang kali lebar.
“Riko, , ,” aku pun tak tau harus berkata apalagi.
“maafkan aku ya Din ! aku memang bodoh mana
mungkin seorang cewek seperti kamu berani nyatakan perasaannya terlebih
dulu.Aku benar-benar bodoh Din.” Sesal Riko.
“Haah,,,,,” aku bingung apa yang harus aku katakan
lagi. Tak mampu lagi aku mengeluarkan kata-kata, lidahku kelu, hanya bisa
terdiam.
“Din, kamu jadi pacar aku ya ?!” serang Riko
membuat aku terkejut.
***
Sejak saat itu aku memulai kisah baru yang indah
dan menyenangkan bersama Riko. Dan akhirnya aku melanjutkan lagi perkuliahanku.
“Dan
akhirnya rasa ini dapat diterima olehnya yang dulu selalu mengisi hariku dengan
kekecewaan dengan waktu yang sangat lama. Cinta yang membutuhkan kesabaran
serta saling memahami.”
Ok, selesai bacanya? Harap kalian yang baca memberikan komentar yang dapat memotivasi saya untuk lebih baik lagi dalam menulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar